Sunday, September 25, 2011

Perangkap Tikus!

Perangkap Tikus!
~ Neuro Learning Power ~

            Sepasang suami dan istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus yang tinggal di dinding rumah, memperhatikan dengan seksama sambil menggumam; “Hmm, makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera lari menuju kandang dan berteriak; “Ada perangkap tikus di rumah!”
            Tikus itu mendatangi ayam dan berteriak; “Ayam, ada perangkap tikus di rumah!” Namun, ayam berkata; “Tuan tikus, aku turut bersedih. Namun, perangkap yang kecil itu tidak berpengaruh pada diriku.”
            Lalu, sang tikus pergi menemui seekor kambing sambil berteriak, “Tuan kambing! Ada perangkap tikus di rumah!” Namun, kambing itu berkata; “Aku turut bersimpati dan menyesal. Tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Itu tidak berdampak apa – apa bagi seekor kambing yang besar bagiku.”
            Lalu, tikus mencari teman baiknya untuk membantu dia. Dia adalah sapi. Namun, sang tikus mendapat jawaban yang sama dari sapi, “Maafkan aku, sahabatku. Namun, perangkap tikus yang kecil itu tidak berbahaya untukku sama sekali!”
            Sang tikus berpikir; “Mengapa tidak ada satupun temanku di kandang ini yang mau membantuku? Ah, lebih baik aku mencari seorang penolong di hutan!” Sang tikus akhirnya berlari ke hutan dan bertemu si ular. “Ular, tolonglah bantu aku! Tolonglah aku! Ada perangkap tikus di rumahku!”, kata sang tikus. Lalu, ular menjawab; “Ah, apa? Perangkap tikus? Perangkap tikus itu tidak akan menangkapku dengan mudah!”
            Akhirnya sang tikus kembali ke rumah dengan pasrah, mengetahui kalau dia akan menghadapi bahayanya sendiri.
            Suatu malam, sang petani terbangun mendengan suara keras dari perangkap tikus itu. Perangkap tikus itu berbunyi, tanda bahwa ada korban yang masuk ke dalam perangkap itu. Ketika sang petani melihatnya, ternyata yang terperangkap adalah seekor ular berbisa. Buntut ular yang teperangkap membuat ular semakin ganas dan akhirnya menyerang istri dari petani itu. Walaupun sang suami sudah membunuh ular berbisa tersebut, namun sang istri tidak dapat diselamatkan. Ia tergigit ular tersebut.
            Sang suami akhirnya membawa isterinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya dirawat. Beberapa hari kemudian, dokter menyatakan bahwa istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian, istrinya demam kembali.
            Istrinya membaaca suatu majalah, dan kemudian dia melihat bahwa sop ceker ayam dapat menyembuhkan demamnya. Sehingga, sang suami membuatkan sop ceker ayam untuk istrinya. Namun, suaminya berpikir; “Darimana aku mendapatkan ayam? Aha, lebih baik aku sembelih saja ayamku yang ada di kandang!” Si ayam, yang merupakan teman sang tikus itupun akhirnya disembelih oleh petani.
            Beberapa hari kemudian, sakitnya tidak kunjung reda. Seorang temannya menyarankan untuk memakan hati kambing. Lalu sang petani menyembelih kambing miliknya yang ada di kandangnya, yang juga merupakan teman si tikus. Namun, tak disangka, istrinya meninggal dunia karena sakitnya tambah parah.
            Banyak sekali orang yang datang untuk melayat istrinya, sehingga sang petani bingung; “Bagaimana caranya aku menyediakan makanan untuk banyak orang yang datang? Ah, lebih baik aku sembelih saja sapiku yang ada di kandang.” Si sapi yang merupakan sahabat tikus, disembelih oleh sang petani, dan dijadikan sebagai hidangan makanan.
            Dari kejauhan, sang tikus menatap teman - temannya dengan penuh kesedihan dan air mata. Beberapa hari kemudian, sang tikus melihat bahwa perangkap tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
            Jadi, jika suatu hari Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan, dan Anda mengira bahwa itu bukan urusan Anda, pikirkanlah sekali lagi!
Tips Lebaran
10 Tips Praktis Menjamu Tamu


            Saat lebaran, tidak henti - hentinya tamu datang ke rumah kita. Jadilah tuan rumah yang baik dengan mengikuti beberapa tips praktis berikut ini.

Oleh; Andes Lukman

S
aat lebaran, tidak henti - hentinya tamu datang ke rumah kita. Jadilah tuan rumah yang baik dengan mengikuti beberapa tips praktis berikut ini.

1.       Gunakan gelas ukuran kecil saja saat menyajikan minuman untuk tamu. Bukan bermaksud pelit. Tapi ingat, tamu tersebut bisa saja sudah berkunjung ke beberapa rumah sebelumnya dan selalu disuguhkan minuman. Daripada mubazir, perkecil ukuran gelas saji. Tawarkan tambahan minuman jika perlu.
2.       Siapkan air kemasan ukuran gelas di ruang tamu, sehingga bila tamu memerlukan air putih, mereka tak akan sungkan mengambilnya. Masukkan beberapa gelas dalam lemari es sehingga dingin. Beberapa orang lebih menyukai air putih dingin.
3.       Pisahkan gula atau pemanis minuman. Misalkan Anda sudah menyiapkan teh atau sirup dalam wadah besar, jangan mencampukan gula di semua minuman itu. Tak semua tamu suka dengan minuman yang manis.
4.       Bila menyajikan camilan, potonglah terlebih dahulu menjadi bagian kecil agar tamu tidak kesulitan untuk menghabiskan camilan tersebut.
5.       Siapkan piring kecil untuk mengambil cemilan yg ditaruh di meja tamu. Kalau memang menyediakan es buah atau puding, jangan lupa menyediakan sendok kecil.
6.       Usahakan menyiapkan makanan yang tidak mengandung gula, santan, cabai, dan garam. Ini perlu untuk mengakomodasi kebutuhan beberapa tamu yang mungkin punya pantangan. Biasanya, empat kandungan tersebutlah yang banyak dihindari.
7.       Keluarkan kue secara bertahap, tidak perlu langsung semua. Jangan sampai tamu berikutnya tidak mendapat suguhan apapun.
8.       Sediakan tempat sampah kecil di ruang tamu agar para tamu tidak kesulitan untuk membuang sampah.
9.       Jangan lupa sediakan tissue di ruang tamu. Sehabis memegang kue atau hidangan lain, tangan pasti kotor dan perlu dibersihkan. Jika memungkinkan, sediakan dua jenis tissue, tisu basah dan tisu kering.
10.   Siapkan plastik untuk membungkus makanan. Plastik ini berguna bila tamu tertarik membawa makanan untuk dibawa pulang ke rumah.

Artikel diatas ditulis oleh Andes Lukman di www.kompas.com.
Kompas Magazine bekerjasama dengan Polar Mobile. Diambil dari BlackBerry Smartphone.
Sumber editor dari program Encyclopaedia Britannica 1.0 dan beberapa sumber dari internet.
Hak cipta ada pada penulis artikel.
Diambil dari harian Kompas dan diedit oleh ©Bubble & Bubble, Inc.